T.N. Bunaken Pusat Keanekaragaman Hayati Pesisir dan Laut, Mari Jaga dan Lestarikan
 
Depan
Profil
Sejarah
Keadaan Umum
Flora & Fauna
Aksesbilitas & Tarif Masuk
Gallery Foto
BTNB
Pengelolaan Kolaboratif
Buku Tamu
Peta Kawasan
Kontak Kami
Download
 
Departemen Kehutanan
Ditjen PHKA
TN. Ujung Kulon
TN. Karimun Jawa
 
Email
Password
 

Forgot your password?
 

Visitor:
 
   
Search :
 

Sekilas Tentang TN Bunaken..

TN Bunaken terletak dipropinsi Sulawesi Utara dengan luas 89.065 ha. Kawasan Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem tropis Indonesia sebab segala tipe ekosistem perairan tropis terdapat di kawasan ini, seperti mangrove, padang lamun dan terumbu karang. Selain itu juga terdapat hutan tropis di kawasan ini. Disamping itu Taman Nasional Bunaken juga mempunyai nilai konservasi internasional, mengingat lokasinya terletak di pusat keanekaragaman hayati laut dan pesisir kawasan Indo-Pasifik. Kawasan ini mempunyai beraneka ragam biota, mulai dari flora dan fauna yang biasa ditemukan di perairan laut sampai jenis-jenis yang unik dan endemik yang hanya terdapat di kawasan ini.

Taman Nasional Bunaken terdiri dari lima pulau dan dua kawasan pesisir, yaitu P. Bunaken, P. Manado Tua, P. Siladen, P. Mantehage, dan P. Nain serta pesisir Molas hingga Tiwoho dan pesisir Arakan-Wawontulap. Taman Nasional Bunaken terdiri dari lima pulau dan dua kawasan pesisir, yaitu P. Bunaken, P. Manado Tua, P. Siladen, P. Mantehage, dan P. Nain serta pesisir Molas hingga Tiwoho dan pesisir Arakan-Wawontulap.

Beberapa obyek dan keindahan wisata alam dapat ditemukan pada masing-masing pulau tersebut. Lanjutkan disini untuk informasi selengkapnya ..

Berita Terkini

MONITORING DAERAH SPAWNING /MONITORING OF SPAWNING AREA CORAL FISH
21 August 2008 WITA

Maksud dan Tujuan Maksud dari kegiatan ini adalah memonitoring lokasi-lokasi yang berpotensi dan diduga sebagai lokasi pemijahan ikan karang. Adapun tujuannya memperoleh informasi mengenai lokasi-lokasi yang berpotensi dan diduga sebagai lokasi pemijahan ikan karang khususnya di Barakuda, Batu Gepe, dan Muka Bango serta Ron’s dengan menentukan spesies, jumlah, dan ukuran panjang tubuh agregasi pemijahan dari ikan target. Tanggal Pelaksanaan dan Lokasi 16 – 25 Mei 2008 dengan mengambil lokasi di Barakuda, Batu Gepe dan Muka Bango (pulau Mantehage) serta Ron’s (pulau Bunaken. Pelaksana Kegiatan ini dilaksanakan oleh pejabat fungsional PEH, Polhut, staf dan tenaga ahli dari asosiasi penyelaman (NSWA). Hasil Di Barakuda point’s ada 7 jenis yaitu Cheilinus undulatus, Epinephelus malabaricus, E. tukula, E. fuscoguttatus, E. Polyphekadion, Plectropomus areolatus, dan P. Levis. Jenis C. undulatus (40 cm dan 50 cm) dan P. aerolatus (30 cm dan 35 cm) memperlihatkan tanda-tanda siap memijah dan aggregasi. Di Batu Gepe point’s dijumpai 9 jenis yaitu yaitu Cheilinus undulatus; Einephelus malabaricus; E. fuscoguttatus, E. polyphekadion, E. tukula, E. chlorostigma, Plectropomus leopardus, P. oligacanthus, dan Variola lauti. Gepe jenis E. malabaricus (panjang tubuh 36-45 cm dan morfologi gonad matang) memperlihatkan tanda-tanda siap memijah dan aggregasi. Di Muka Bango point’s dijumpai 9 jenis yaitu Cheilinus undulates, Epinephelus malabaricus, E. chlorostigma, E. fuscoguttatus, E. tukula, E. polyphekadion, Plectropomus aerolatus, P. leopardus dan Variola louti. Bango jenis C. undulatus (35 cm dan 48 cm) dan E. malabaricus (32 cm dan 40 cm) memperlihatkan tanda-tanda siap memijah dan aggregasi. Di Ron’s point’s ada 3 jenis yaitu Cheilinus undulates, Epinephelus malabaricus, dan Variola louti. Adapun sebagian besar ikan target di semua lokasi amatan dijumpai pada kedalaman 11-20 meter. Hanya C. undulatus (50 cm dan 70 cm) memperlihatkan tanda-tanda siap memijah dan aggregasi. Saran Pasca pelaksanaan kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan pengamatan yang sama pada musim-musim bulan gelap awal dan bulan akhir pada waktu-waktu yang lain. Diperlukan pemantauan secara periodik selama beberapa waktu tertentu untuk dapat menentukan tepat dan pasti musim/waktu memijah dari ikan karang dan napoleon di Barakuda, Batu Gepe, Muka Bango dan Ron’s. TN BunakeN TETAP Terjaga. MONITORING OF SPAWNING AREA CORAL FISH Purposes and objectives Intention from activity this is the monitor locations that have the potency and anticipated as [the] location spawning coral fish. As for its target getting the information hits locations that have the potency and anticipated as [the] location spawning coral fish specially in Barakuda, BatuGepe, and Muka Bango and Ron’s by determining species, amount, body footage, aggregation, and sign spawning from goals fish. Date of execution and location 16 – 25 May 2008 by take location in Barakuda, BatuGepe and Muka Bango (Mantehage island) and Ron’s (Bunaken island) Executor This Activity is executed by functional functionary controller of forest ecosystem (PEH), forest ranger (Polhut), staff and past master from diving association (NSWA) Result In Barakuda point’s there is 7 types that is Cheilinus undulatus, Epinephelus malabaricus, E. tukula, E. fuscoguttatus, E. Polyphekadion, Plectropomus areolatus, and P. Levis. Type C. undulatus (40 cm and 50 cm) and P. aerolatus (30 cm and 35 cm) show marking ready to spawn and aggregation. In BatuGepe point’s met 9 types that is that is Cheilinus undulatus; Einephelus malabaricus; E. fuscoguttatus, E. polyphekadion, E. tukula, E. chlorostigma, Plectropomus leopardus, P. oligacanthus, and Variola lauti. Gepe type E. malabaricus (body length 36-45 cm and matured gonad morphology) show marking ready to spawn and aggregation. In the face of Bango point’s met 9 types that is Cheilinus undulates, Epinephelus malabaricus, E. chlorostigma, E. fuscoguttatus, E. tukula, E. polyphekadion, Plectropomus aerolatus, P. leopardus and Variola louti. Bango type C. undulatus (35 cm and 48 cm) and E. malabaricus (32 cm and 40 cm) show marking ready to spawn and aggregation. In Ron’s point’s there is 3 types that is Cheilinus undulates, Epinephelus malabaricus, and Variola louti. As for a large part of goals fishs in all the location amatan is met at 11-20 deepness metre. Only C. undulatus (50 cm and 70 cm) show marking ready to spawn and aggregation. Suggestion After this activity execution can be continued with perception in common at moon seasons dark early and moon end of at other times. Needed monitoring periodical during some times certain to be able to determine precisely and surely season/time spawn from coral fish and napoleon in Barakuda, BatuGepe, Face Bango and Ron’s. Bunaken NP FIXED maintains .......


Pengamanan Kawasan
21 August 2008 WITA

KEGIATAN OPERASI FUNGSIONAL DAN GABUNGAN Maksud dan Tujuan Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mempertahankan keutuhan kawasan dan sumber daya alam hayati kawasan TN Bunaken. Adapun tujuan dari kegiatan ini: 1.Operasi Fungsional bertujuan melakukan jenis pelanggaran dan menghilangkan niat serta kesempatan yang memungkinkan terjadinya tindak pelanggaran yang mengancam keutuhan kawasan. 2.Operasi Gabungan bertujuan mengamankan keutuhan TN Bunaken dan menindak setiap pelanggaran/tindak pidana dalam kawasan TN Bunaken sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Tanggal Pelaksanaan dan Lokasi 1.Operasi Fungsional dilaksanakan pada tanggal 28 Mei -3 Juni 2008 dengan lokasi operasi di pulau Mantehage 2.Operasi Gabungan dilaksanankan pada tanggal 1-5 Juli 2008 dengan lokasi operasi di pulau Mantehage dan Nain hasil tindak lanjut dari operasi fungsional Pelaksana Kegiatan ini dilaksanakan oleh pejabat fungsional Polisi Kehutanan dan aparat penegak hukum dari Polsek, Polda dan Polair serta pemerintahan kecamatan Hasil 1. Dari operasi fungsional didapatkan informasi dan diketemukan kegiatan-kegiatan yang melanggar tata aturan zonasi yang berlaku di TN Bunaken diantaranya kompresor, penebangan bakau, keramba dan pengambilan karang. 2. Dari operasi gabungan didapatkan barang bukti kayu bakar dari jenis kayu bakau di desa Bango dengan 4 tersangka (MT, TS, AT, dan NH); batang kayu bakau di desa Bango dengan 2 tersangka (YT dan YL); dan keramba budidaya ikan napoleon tanpa ijin di pulau Nain dengan tersangka AT. Tidak Lanjut 1. Hasil operasi fungsional ditindaklanjuti dengan peneguran dan pembina terhadap pelaku serta dilakukan sosialisasi tenang peraturan perundang-undangan. Selain itu terhadap pelanggaran kawasan yang tidak dapat ditangani tim merekomendasikan untuk dilakukan operasi gabungan 2. Hasil operasi gabungan ditindaklanjuti dengan penyitaan barang bukti berupa 30 ikat kayu bakar dari jenis bakau; 14 batang kayu bakau; dan melepas kembali 14 ekor ikan napolen. Selanjutnya terhadap tersangka dibuatkan laporan kejadian dan dilakukan penyidikan oleh PPNS dari Balai TN Bunaken bekerjasama dengan penyidik dari Direskim Polda Sulut. download-managers.net buzyxd.com fellows-good.us home-equity-loans-online.us swamisivananda.com empresacertificada.com  Bravo Polhut TN Bunaken .......


MENYELAMI BIRUNYA BUNAKEN
05 August 2008 WITA

Suka snorkeling dan diving? Cobalah ke Bunaken. Kalau Anda baru dengar keindahannya dari cerita teman saja, rasanya belum lengkap. Soalnya kawasan konservasi laut yang sudah tersohor ini memang patut diselami. Permukaan air laut Bunaken jelang siang itu di penuhi puluhan manusia berkaki katak sedang mengapung dengan pelampung berwarna orange. Mereka ada yang berkelompok, tak sedikit pula yang menyendiri. Tujuan mereka sama, menikmati keindahan bawah laut lewat masker bersnorkel. Semakin siang, pengunjung yang datang semakin banyak. Ada yang menyewa speedboat, yacht, dan kapal kayu bermotor milik nelayan setempat. Bahkan beberapa orang sengaja ber-jetski. Mereka datang ditemani pemandu yang sebagian besar mengetahui titik-titik terbaik untuk bersnorkeling maupun diving. Bahkan para pemandunya juga ikut memandu pesertanya yang hendak bersnorkeling ke tempat yang indah dan aman. Dengan bersnorkeling, memang pengunjung dapat dengan jelas melihat aneka terumbu karang dan ikan hiss yang ada di Bunaken. Meskipun hanya di permukaan saja. Tapi itu sudah cukup membuat siapapun 'terhipnotis' dan betah berlama-lama hingga lupa waktu. "Aku baru ke sini, snorkeling aja, udah senang banget. Nanti kalau aku sudah bisa diving pasti balik ke sini lagi buat menyelami bawah lautnya," ujar Vita, wisatawan asal Jakarta yang tengah cuti kerja den berlibur ke Bunaken untuk kali pertama bersama 3 rekannya. Sementara nun di bawah laut sana, terlihat manusia-manusia bertabung bergerak lamban sambil mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Mereka tengah menikmati pesona bawah laut Bunaken yang luar biasa. Melihat mereka dari atas permukaan, rasanya timbul rasa iri sekaligus bangga. Iri karena mereka bisa menyelami keindahan Bunaken secara utuh, lebih dekat dengan terumbu karang dan biotanya yang beragam. Bangga karena mereka bisa menikmati salah salah satu keindahan alam bawah laut tersohor di Indonesia ini tanpa merusak terumbu karang apalagi membawa sampah. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Dengan selam scuba, para penyelamat dapat menikmati aneka 'penghuni' bawah laut Bunaken lebih dekat, seperti Ikan Pelatuk yang memiliki sirip punggung yang dapat ditegakkan dan dikunci sehingga dia bisa tinggal aman dalam lubang di batu karang. Jangan mendekati sarang telur ikan ini, sebab ikan ini akan menyerang. Ikan Gobi yang merupakan famili terbesar ikan terumbu, salah satu ikan gobi yang unik di sini adalah Gobi Udang yang hidup bersama dalam satu lubang pasir. Keduanya mempunya tugas berbeda, si udang menjaga kebersihan sarang sedang si-Gobi melindungi udang dari serangan lawan. Ada Barracudas yang berkelompok dalam jumlah besar dengan gigi tajam seperti gergaji hingga membuatnya pemangsa yang efektif di daerah terumbu karang. Ikan lainnya Ikan Pedang dan Ikan Bertandung yang sama-sama memiliki sejenis pedang di bagian bawah ekornya. Pedang itu sebagai pertahanan dari serangan pemangsanya. Kadang digunakan untuk berkelahi dengan sesama untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin kelompoknya. Ada lagi Ikan Bidadari yang memiliki sarang di wilayah sendiri. Ikan jenis ini membentuk kelompok terdiri atas 1 jantan dan sejumlah betina. Uniknya ikan ini lahir sebagai betina ketika dewasa berubah jantan. Keunikan lainnya, ikan ini mampu membuat tepukan dalam air. Mungkin karena keunikannya itulah, membuatnya disebut bidadari. Masih ada lagi ikan lainnya seperti ikan kelelawar yang suka memperhatikan para penyelam terutama gelembung-gelembung udaranya. Juga ikan Sweetlips karena memiliki bibir yang sexy dan berotot. Selain ikan, juga ada berbagai reptil laut seperti ular dan penyu. Keindahan laut Bunaken sebenarnya sudah puluhan tahun terindentifikasi oleh para penyelam tanah air. Namun pemerintah baru sadar dan kemudian Taman Nasional Bunaken (TNB) secara resmi ditetapkan sebagai salah satu taman nasional laut di Indonesia pada Oktober 1991, setelah lebih kurang 20 tahun keindahannya ditemukan oleh 3 orang pelopor usaha penyelaman daerah, yakni dr Hanny Batuna, Loky Herlambang, dan Ricky Lasut. Baru setelah kawasan ini tersohor oleh para penyelam internasional, pemerintah sadar lalu secara bertahap menetapkan wilayah seluas sekitar 89.000 Ha ini menjadi kawasan konservasi. TNB terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, Pulau Manado Tua, berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Nain. Lokasi penyelamannya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu. Tercatat lebih kurang 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken yang Bering dikunjungi para penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut. Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di pulau inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. binding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken. Tebing-tebing karang itu sudah bisa kita lihat dari atas kapal sebelum mencapai Pantai Bunaken. Airnya biru dengan ribuan ikan besar di bibir tebing, menciptakan pemandangan indah luar biasa. Masyarakat TNB tersebar di sekitar 30 pemukiman baik di Pulau Nain, Siladen, Bunaken, Manado Tua, Daratan Utara, dan Daratan Selatan. Suku yang mendiaminya juga beragam antara lain Sangir Talaud, Bajo, Minahasa, Bantik, Bugis, Gorontalo, dan Jawa dengan profesi yang beragam seperti nelayan, petani, pedagang bahkan ada juga yang bisa keduanya yakni nelayan sekaligus petani. Perkawinan campuran pun tak terhindari di sana. Kendati demikian, mereka hidup rukun dan damai. Tips Perjalanan Pulau Bunaken seluas 8,08 Km2 di Teluk Manado merupakan bagian dari Kota Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Di sekitar pulau ini terdapat Taman Laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Laut Bunaken. Tak sulit menggapainya. Dari Pelabuhan Marina, Manado Anda bisa Carter kapal wisata Rp750.000, waktu tempuhnya selama sekitar 1 jam. Kapal berkapasitas 15 orang ini dilengkapi pelampung, tempat duduk, dan dua kaca berbentuk aquarium untuk melihat terumbu karang dan ikan hias dari atas kapal. Kalau Anda mau snorkeling, biayanya Rp 100.000 sudah termasuk masker dan sepatu katak serta kapal kayu bermotor pergi-pulang dari Pantai Bunaken ke lokasi. Sumber: Majalah Travel Club


Atas
©2008 Taman Nasional Laut Bunaken. All Rights Reserved
Balai Taman Nasional Bunaken
Jl Raya Molas Telp/ Fax. (0431) 859022 Kotak Pos 1202
Manado Sulawesi Utara